Tampilkan postingan dengan label places. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label places. Tampilkan semua postingan

CANDI BARU DITEMUKAN : CANDI PUSTAKASALA


                 Black In News. Hari Sabtu lalu aku bersama keluarga pergi ke Yogyakarta untuk menghadiri acara wisuda papaku di Kampus UII (Universitas Islam Indonesia) di daerah Kaliurang. Kami menginap di Hotel Inna Garuda di Jl Malioboro. Perjalanan menggunakan bus carteran sekitar 20 km untuk sampai di Kampus UII. Dan secara tidak sengaja, aku melihat spanduk bertuliskan "SELAMAT DATANG DI CANDI PUSTAKASALA". Aku jadi teringat dengan berita di sebuah koran Surabaya, bahwa ditemukan situs candi di sebuah Universitas Swasta di daerah Kaliurang, Yogyakarta.
                 Setelah proses wisuda selesai, akupun berlari menuju candi yang baru ditemukan itu. Ya disitu diadakan penggalian untuk menemukan bentuk candi. Dengan simbol Ganesha diatasnya itu menandakan bahwa candi ini berhubungan erat dengan simbol pengetahuan. Beritanya, Candi ini sempat dinamakan Candi Kimpulan (Letaknya di desa Kimpulan), tapi akhirnya Rektor UII menyarankan nama Candi Pustakasala yang artinya Perpustakaan (karena sebearnya mau dibangun perpustakaan di atasnya). Kemungkinan situs candi ini terpendam akibat debu-debu vulkanik yag disebabkan letusan gunung Merapi yang sangat hebat beratus tahun yang lalu, sehingga menyebabkan situs ini terpendam kira-kira 3-5 meter dari atas tanah.

STASIUN SEMUT KINI DAN NANTI

19052010

STASIUN SEMUT SURABAYA

                Black In News.Station Surabaya City (SB) which is popularly known as "Semut" Station is located in Bongkaran, Pabean Cantikan, Surabaya. Located on the north Gubeng  Station and also the final destination station in the city of Surabaya from south railway connecting the island of Java, Yogyakarta and Surabaya to Bandung and Jakarta. Other stations are also important in Surabaya Pasar Turi Station is connecting Surabaya to Semarang.
                 Based on history, Surabaya Kota Railway Station was built when the railway line Surabaya-Malang and Pasuruan started initiated around the year 1870. Which is used to transport crops and plantations of the hinterland of East Java, especially from Malang, the Port of Tanjung Perak is also built around the year. The building was inaugurated on May 16, 1878. With the increased use of trains, on November 11, 1911, the station building has expanded to their present form.
                  Surabaya City Station to the end station for the train-train the best of his time, starting from Eendaagsche connecting Jakarta and Surabaya in record time 11 hours 30 minutes Bima the early 1990s brought sleeper. The railway station is defined as cultural conservation by the  Major of Surabaya with SK. No.188.45/251/402.1.04/1996, dated September 26, 1996. The station was established as a building that must be maintained along with 60 other buildings in the city of Surabaya. Its existence is threatened by development plans and regional shopping mall threatened to damage the authenticity of the station's landscape, as well as Jakarta Kota Station in Jakarta. Occurs even dismantling the region which ironically involving PT Kereta Api Indonesia.

Black In News
Spesifikasi KRI Pasopati :
Panjang : 76,6 meter
Lebar : 6, 3 meter
Kecepatan : 18,3 knots di atas air
13,5 knots di bawah air
Berat penuh : 1.300 ton
Berat kosong : 1.050 ton
Jarak jelajah : 8.500 mil laut
Bahan bakar : Solar
Batere : 224 buah
Persenjataan : Torpedo steam 12 buah
Panjang torpedo : 7 meter
Peluncur torpedo : 6 buah
Awak kapal : 63 orang beserta perwira

               Kemarin malem, aq dan seluruh keluarga besarku dan keluarga pakde yang datang dari JAMBI, berjalan-jalan ke MONUMEN KAPAL SELAM PASOPATI 410 yang terletak di Jln Pemuda yang bersebelahan dengan Delta Plaza Surabaya. 
               Sangat mengharukan saat melihat kondisi kapal selam ini, di dalamnya tidak terawat dan yang sangat memilukan tidak adanya promosi-promosi pariwisata yang memadai. Tapi di balik itu semua, saya bangga Indonesia sempat mempunyai kapal selam yang sangat hebat dalam hal tekhnologi pada saat itu.
              

STASIUN GUBENG




        Stasiun Gubeng yang dilihat dari view viaduk saat ada lokomotif lewat. Kira-kira saat itu pukul 16.00 lagi nunggu saat-saat senam di rumah Chintya. Daripada nganggur ya mending voto-voto gitu. Keinget pertama kali naek kereta Kertajaya dari Gubeng ke Pasar Senen Jakarta. Super padat, sesak, dan bau amis di dalam kereta, tapi untungnya bisa nahan itu. Sesampainya di Jakarta kesasar naek KRL Jurusan Bogor. Oucchhh....

"Precious Moment bisa ke Jakarta + Bogor untuk pertama kalinya..."